BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Sang Pelayang Yang Menakjubkan



OASE-Ada hari-hari itu, sebagaimana diceritakan oleh Jabir ibn ‘Abdillah Radhiyallahu ‘Anh, jatah makan untuk setiap penggali Khandaq di kota Madinah adalah sebutir kurma, seteguk air, dan tepung yang diadoni minyak panas. Seberapa banyak tepung itu? “Jika tangan kami terbasuh air kemudian dimasukkan ke dalam kantung persediaan tepung”, ujar Jabir, “Maka tepung yang menempel di telapak yang basah itulah jatah makan sehari kami.”

Tentu saja, sebab terbayangkan bahwa pengepungan pasukan Quraisy dan sekutunya akan berlangsung lama.

Dan para sahabat kian merasa malu ketika Sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang turut bekerja bersama mereka sejak di hari pertama mengangkat beliungnya untuk menghantam batu terkeras yang mereka temukan. “Allahu Akbar”, beliau bertakbir, mengabarkan akan sampainya Islam dan kaum muslimin ke Syam, Persia, dan Yaman. Selain iman yang semakin terukir lagi berkibar, di benak para sahabat tersisa rasa getir yang menggeletar.

Ada dua batu di sana. Terselempit di sela sabuk celana Rasulullah yang mengganjal perutnya. Aduhai, bagaimana tak terbit airmata. Kekasih Allah yang paling mulia, lebih lapar dibandingkan seluruh sahabatnya. Dia ada bersama, dalam suka dan duka. Dia turut bekerja, tak ingin istimewa. “Seandainya kami duduk saja sementara Sang Rasul bekerja”, demikian senandung orang-orang Anshar yang lalu dinasyidkan semua, “Jadilah ia bagi kami hal yang membawa sesat selamanya.”

Tibalah hari itu, ketika Jabir ibn ‘Abdillah pulang dengan air mata menggenangi pelupuk dan dada sesak. “Wahai istriku”, panggilnya, “Demi Allah, apakah yang masih engkau miliki? Demi Allah, aku tak tega melihat rasa lapar yang menyiksa Rasulullah. Andai selain beliau, pasti sudah tak sanggup menahannya!”

“Hanya ada seekor anak kambing”, jawab sang istri gugup, “Dan segenggam tepung kasar di persediaan kita”.

“Keluarkanlah semua. Aku akan menyembelih dan menguliti anak kambing itu. Kau adonilah tepungnya menjadi roti.”

Ketika akhirnya masakan itu siap, Jabir pun mendatangi Sang Nabi dengan mengendap-endap. “Ya Rasulallah”, bisiknya kemudian, “Ada sekedar roti dan sedikit daging di rumah kami. Berkenanlah untuk sejenak datang dan menyantapnya.”

Beliau tersenyum dan mengangguk. Dipanggillah seseorang dan diperintahkan untuk mengumumkan kepada semua penggali parit, “Semuanya, datanglah ke rumah Jabir untuk makan bersama!” Betapa gugupnya Jabir melihat itu. “Aduhai celaka”, batinnya panik, “Aku hanya meminta beliau untuk bersantap tapi beliau mengajak seluruh Muhajirin dan Anshar!” Tapi Rasulullah tersenyum padanya, menepuk bahunya, dan menggamit lengannya. Tak bisa tidak Jabir hanya bergumam, “Demikian inilah Rasulullah!”

“Jangan kalian buka penutup wadahnya”, ujar Sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau juga meminta kedua suami istri yang saling berpandangan dengan khawatir itu untuk sejenak menyingkir. Kemudian beliaupun berdoa dan memohon berkah atas hidangan itu. “Masuklah rombongan berrombongan dan jangan berdesakan”, perintah beliau kepada seluruh hadirin.

Kelompok demi kelompok mereka masuk, sedangkan Nabi mengambilkan roti dan menuangkan masakan daging ke atasnya. Beliau berkhidmah pada semua sahabatnya, satu demi satu, hingga yang terakhir. Padahal penggali parit dalam Perang Ahzab, kira-kira 3000 jumlahnya. Semuanya makan, semua merasa kenyang, dan puas. Tiba giliran Jabir dan istrinya, dan Rasulullah masih melayani mereka, baru sesudahnya beliau makan dengan penuh kesyukuran. Beliau mengucap terimakasih pada keduanya dan mendoakan kebaikan, lalu beranjak.

“Demi Allah”, ujar Jabir, “Ketika kuperiksa wadah makanan kami, roti maupun dagingnya masih utuh seperti semula.”

Mu’jizat ini mengagumkan. Tapi apa yang dilakukan Rasulullah dengan menjaga kebersamaan dalam suka dan duka, terlebih lagi bagaimana beliau melayani para sahabat dengan tangannya sendiri adalah lebih menakjubkan. Inilah Nabi, penghulu alam semesta. Maka beliaupun menjadi pelayan yang paling rendah hati bagi sesama.

Hatta kelak di akhirat, di perjalanan seluruh manusia antara kebangkitan dan penghimpunan, beliau akan bersiaga di tepi sebuah telaga yang lebih harum dari kasturi. Beliau menyambut ummatnya, melayani mereka minum dari airnya yang lembut dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih sejuk dari salju. Tapi wajahnya mendung tiap kali beberapa manusia dihalau dari Al Kautsar. “Ya Rabbi”, serunya sendu, “Mereka bagian dariku! Mereka ummatku!”

Ada suara menjawab, “Engkau tak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!”

Telaga itu sebentang Ailah di Syam hingga Shan’a di Yaman. Di sisinya ada gelas kemilau sebanyak bilangan gemintang. Dan inilah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sang pelayan yang paling menakjubkan.

by : Salim A Fillah...

Senin, 29 April 2013

Gapai Pertolongan Allah dengan Berinfak

Bapak Purnomo Tengah Bawah



Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula dunia teknologi.manusia semakin di manjakan dengan dengan perkembangan teknologi sekarang ini.mulai dari alat komunikasi,komputer, bahkan alat rumah tanggapun sudah banyak sekali yang memanjakan manusia saat ini.akan tetapi dengan majunya kondisi tersebut tidak semua manusia mendapatkan keuntungan dari teknologi tersebut. efek negatif dari berkembangya teknologi tersebut adalah semakin banyak nya perusahaan yang mengganti tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan pada akhirnya berdampak PHK besar-besaran di perusahaan tersebut. Belum di tambah lagi persoalan-persoalan yang ada dalam dunia tenaga kerja banyak sekali perusahaan yang menggunakan tenaga Outsourching dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang menyebabkan banyak karyawan yang belum mendapatkan gaji standart yang di tentukan oleh Pemerintah.Walaupun dalam kondisi demikian,ternyata tidak menyurutkan semangat Bapak Purnomo pria kelahiran Lamongan ini untuk mensyi’arkan menunaikan zakat ,infak dan shodaqoh pada teman teman kerjanya. Alhamdulillah.....mas.....walaupun gaji kami masih kecil....saya dan teman-teman kerja di sini tetap semangat menginfakan sebagian dari gaji kami.....(jawab pria dari dua putri ini,saat di konfirmasi tim redaksi DU).Pada awalnya Donatur LMI Sidoarjo di tempat kerja Bapak Purnomo ini hanya ada dua yaitu Bapak Purnomo Dan M.soffan Kepala seksi/Kasie nya saja. Alhamdulillah, mulai dari tahun 2008 silam sampai sekarang Bapak Purnomo dan teman-teman tetap istiqomah menyalurkan infak dan shodaqohnya kepada Lmi Sidoarj dan sekarang sudah banyak teman-teman kerjanya yang sadar akan pentingnya berinfak dan shodaqoh. Alhamdulillah..

Selain itu, manfaat yang di rasakan dari pria yang beristrikan ibu Endang Purwanti ini adalah keberkahan,ketenagan,kesehatan dalam rumah tangganya,dan selalu di permudah urusanya oleh allah SWT. Saat susah bayar cicilan sepeda motor, istri melahirkan, kontrak kerja habis dari tempat kerjanya ada saja pemberian Allah SWT melalui rekan kerjanya dan akhirnya Ia di panggil kerja kembali di perusahaanya.Bapak dari dua anak ini juga berpesan kepada seluruh teman-teman dan para pembaca Delta Ukhuwan Ini jangan lupa menginfakan dan menshodaqohkan sebagian dari harta kita, karena shodaqoh akan menolak balak dan ketika kita menghadapi kesulitan insya Allah shodaqoh tersebut akan menolong kita dengan izin Allah SWT.Untuk LMI Sidoarjo semoga tambah Peduli,amanah dan tetap exsist dalam dunia Amil Zakat. Demikian perbincangan tim redaksi dengan bapak purnomo di tempat kontrakanya.(Suwandi)

Kamis, 19 Januari 2012


Potensi belajar ibu-ibu Majelis BBQ Perumtas II Tanggulangin sungguh besar

Ibu-ibu rumah tangga biasanya setiap hari hanya di rumah tempat mereka menghabiskan waktu. Tak ada kegiatan lain. Kehidupan hanya berputar di sekitar mengurus keluarga, menonton televisi. Bak aspal di jalan tol, kehidupan ibu-ibu ini begitu datar dan lurus-lurus saja. Bisa kita bayangkan bagaimana jenuhnya pola kehidupan seperti itu?
Hal inilah yang mengusik ibu-ibu warga RW 06 PERUMTAS 2 Blok M dan N Tanggulangin, untuk mendirikan sebuah majelis ilmu. Sebuah tempat di mana mereka kaum ibu dapat belajar tanpa adanya perbedaan status, baik ekonomi maupun sosial. 
Jika kehidupan mereka tidak ada perubahan, maka generasi penerusnya pun akan mengalami hal yang sama. Hidup di rumah dengan kegiatan yang datar-datar saja, tanpa ada aktivitas yang mungkin dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Maka, bersama kolega ibu-ibu  yang memiliki satu visi bersama, dirintislah sebuah majelis ilmu yang menjadi tempat belajar bernaung  dan belajar .
“Saya lihat potensi belajar ibu-ibu ini sungguh besar. Sayang belum ada majelis ilmu yang dapat mengakomodir hal tersebut. Untuk itu saya bersama ibu-ibu yang lain mencoba mendirikan suatu majelis ilmu yang dapat mengakomodir semua potensi yang ada,” kata Bu Hana (Bunda Abi) sebagai Ketua majelis yang diberi nama Majelis Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ)
Tekad yang ada di dalam dada para ibu-ibu majelis taklim BBQ adalah semangat untuk belajar dan mengkaji kalam-kalam Ilahi. Ibu-ibu yang sebagian besar jadi donatur LMI Sidoarjo ini terus ingin memantapkan ilmu pengetahuannya tentang keislaman. “Saya ingin menjadi muslimah kaffah” kata salah satu ibu peserta majelis BBQ. Semangat inilah yang menggugah LMI Sidoarjo melalu program Dakwah untuk mendukung sepenuhnya majelis BBQ, dengan memberikan layanan Da’i.
Kajian Fiqh yang diasuh Ustadzah Ila, Da’iyah LMI Sidoarjo membuat ibu-ibu antusias untuk ingin tahu lebih banyak tentang ajaran Islam yang sebenarnya. Banyak yang ditanyakan kepada ustadzah yang menyampaikan materi dengan mudah dipahami ibu-ibu itu, termasuk pertanyaan bagaimana cara menjadikan anak yang sholeh. Semoga ibu-ibu Majelis BBQ tetap istomah di jalan dakwah ini, amiin.

Minggu, 11 Desember 2011

Gerakan Indonesia Cerdas






             Bangsa yang unggul adalah bangsa yang memiliki karakter kuat. Karakter merupakan akar dan sekaligus cerminan budaya sebuah bangsa. Bagaimana dengan nation and character building Indonesia? Sejak Bung Karno, nation buildingdan character building itu belum rampung. Untuk itu, masih harus terus dikembangkan sepanjang masa agar Indonesia menjadi bangsa dan negara yang kuat, terhormat, dan bermartabat. “Kita bangsa Indonesia membanggakan kebudayaannya,” Begitulah salah satu bagian dari orasi kebudayaan nasional Presiden SBY pada acara Dies Natalis ke-51 Universitas Diponegoro.
            Pembangunan watak (character building) amat penting, utamanya untuk membangun manusia yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku baik. Bahkan, jika masyarakat berkarakter dan menjunjung tinggi budaya, maka eksistensi negara akan semakin kuat. Sebaliknya, jika karakter dan budaya rapuh maka bisa membawa kemunduran peradaban suatu bangsa.
            Jalur utama dalam proses enkulturasi dan pembudayaan karakter yakni melalui pendidikan. Sebab, pendidikan dan kebudayaan merupakan dua sisi mata uang. Pembangunan karakter bisa dilakukan melalui pendidikan, dan pendidikan menggambarkan tingkat civilization atau peradaban dan kebudayaan suatu bangsa.
            Kini, berbagai pihak menekankan kembali pentingnya pendidikan karakter. Akhir 2009, Muktamar Muhammadiyah dalam salah satu butir rekomendasikan juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi pembangunan bangsa. Begitu juga, awal 2010 konggres Perguruan Taman Siswa bahkan mengangkat pendidikan karakter sebagai salah satu strategi penting pengembangan rekayasa pendidikannya. Bahkan,  KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua PB NU mengamini urgensi pendidikan karakter di tengah tantangan media yang tidak mendidik.
            Seruan di atas menunjukkan betapa pendidikan karakter mendesak dan penting diselenggarakan baik di sekolah maupun di masyarakat. Sebab, sudah terlalu banyak keluhan masyarakat tentang menurunnya tata krama, etika, dan kreativitas karena melemahnya pendidikan budaya dan karakter bangsa. Namun, membangun karakter membutuhkan excersize, tempaan, cobaan, tantangan tiada henti, yang memberi kesempatan bagi individu untuk memperkeras kepribadiannya.

Itulah yang melatar belakangai dibentuknya Gerakan Indonesia Cerdas JP Book (Jawa Pos group) bekerjasama dengan beberapa perusahaan, salah satunya dengan PT. Suprama (Pabrik Mi burung Dara) yang dana CSRnya di berupakan buku untuk anak-anak, dan LMI  sebagai mitra PT. Temprina membantu menyalurkan buku-buku tersebut pada sekolah yang perpustakaannya dikelola dengan baik.
Berdasarkan survey bersama maka dipilhlah 5 sekolah yang layak menerima 231 judul buku terbaru yaitu :
1. SDIT Insan Kamil Sidoarjo
2. SDIT Nurul Fikri Sukodono
3. MI NU KH. Mukmin Sidoarjo
4. SD Muhammadiyah Krian
5. SD Islam Kreatif Hawari Tarik


Kamis, 15 September 2011

Kelana Qurban


Kelana Qurban LMI
Qurban Anda akan berkelana dan bermanfaat hingga pelosok desa.
Ayo, Optimalkan Qurban  Karena qurban Anda akan berkelana dan bermanfaat hingga pelosok desa.
ita tahun ini...
Melalui BerBagi Qurban LMI, kita hindrkan penumpukan daging qurban di kawasan perkotaan...Para fasilitator dari LMI siap membantu kita semua untuk mendistribusikan qurban kepada Yatim dan Dhuafa hingga ke pelosok desa. Harga Hewan Qurban juga cukup terjangkau...

HARGA HEWAN QURBAN 1432 H
1. Kambing = Rp. 950.000
2. Sapi  = Rp.8.500.000
3. Sapi Kolektif = Rp.1.250.000/org (7 orang)

Pembayaran melalui rekening

Bank MANDIRI :1410010177020 a/n. Lembaga Manajemen Infaq Ukhuwah Islamiyah.
Bank SYARIAH MANDIRI :0320100101 a/n. LMI Cabang Sidoarjo
BRI Syariah :1001938556 a/n. LMI Cabang Sidoarjo

Konfirmasi : 031 72502298, 081331109071, 085648560709

Rabu, 24 Agustus 2011

SKI Indosat mendukung Program Bea Siswa LMI Sidoarjo

SKI Indosat mendukung Program Bea Siswa LMI Sidoarjo

Indosat kian mengukuhkan tekad guna menjadi korporasi yang peduli pada program pendidikan. Bertempat di Gedung Indosat, Jl. Kayun Surabaya, LMI Sidoarjo menerima donasi Program Bea Siswa PINTAR senilai 40.500.000,-. Dana ini diperoleh dari potongan gaji bulanan karyawan Indosat yang terhitung sebagai zakat penghasilan.
Dalam kesempatan ini, Gunung Hari Widodo , Ketua Sie Kerohanian Islam (SKI) Indosat East Java Bali Nusa Tenggara menaruh harapan besar pada program PINTAR yang diusung LMI. ” Kami berharap dana zakat ini punya manfaat besar untuk generasi bangsa sebagai sarana perbaikan pendidikan di negeri ini. Semoga rezeki yang kami peroleh ini lebih barokah dan lancar,” tutur Gunung Hari Widodo
Agung Heru Setiawan, Kepala Cabang LMI Sidoarjo yang hadir dalam kesempatan itu, menyambut antusias harapan seluruh keluarga Indosat. ”Kami selaku lembaga yang diberi amanah akan berusaha optimal guna memberikan yang terbaik. Kerjasama korporasi antara LMI dan Indosat ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, dan semoga LMI bisa memberikan service excellence bagi perusahaan yang selama ini menjadi mitra korporat kami,” kata Agung Heru Setiawan.

Minggu, 14 Agustus 2011

RAMADHAN MAKIN BERKAH BERSAMA ANAK YATIM



LMI Sidoarjo kembali menggelar kegiatan buka puasa bersama 300 anak yatim. Acara bertajuk Berbagi Berkah Karunia Ramadan 1432H, berlangsung pada Ahad (14/8/2011) di Halaman Kantor LMI Sidoarjo, Perum Tenggulunan Mega Asri A-125 Candi Sidoarjo.
 "Keluarga besar  LMI Sidoarjo termasuk para Donatur  ingin secara langsung berbagi kebahagiaan dan berkah dengan anak-anak yatim  dengan mengundang mereka berbuka puasa bersama," kata Agung Heru Setiawan, Kepala Cabang LMI Sidoarjo dalam sambutannya. Kegiatan ini selain untuk mempererat tali silaturrahim juga bertujuan menjalin hubungan yang harmonis dan memberikan kesempatan kepada lingkungan sekitar untuk lebih dekat dengan LMI Sidoarjo sebagai bagian masyarakat sehingga timbul rasa memiliki.
Anak-anak yatim yang datang dari 18 Kecamatan  ini adalah anak-anak yang dihimpun oleh para Korda Mustahik LMI di setiap kecamatan. Mereka  mendapatkan dana santunan setiap anak Rp. 50.000,- dengan harapan mereka bisa ikut berbahagia di Hari Raya nanti. Acara tersebut juga digunakan sebagai peluncuran Program Peduli Anak Yatim yang di tahun 2011 ini penyaluran dana sebesar Rp.110.000.000
Acara buka puasa itu diisi acara Dongeng anak-anak bersama Ustadz  Choirul Anam dari Yayasan Insan Kamil Sidoarjo. Untuk menambah keceriaan anak-anak yatim,  grup Nasyid Ukhuwah yang  beranggotakan relawan LMI Sidoarjo menyenandungkan nasyid-nasyid Islami.
Adapun siraman rohani disampaikan Ustadz Drs. Tri Adianto, MPdi sekaligus memberikan sambutan dari Dinas  Kementerian Agama  Kabupaten Sidoarjo. Dalam tausiyahnya, mengajak para hadirin memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. "Salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan di Ramadhan adalah memperbanyak amal ibadah dan beramal saleh." ujarnya. Dalam sambutannya beliau juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada LMI Cabang Sidoarjo yang telah membantu program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat ekonomi bawah.
Buka puasa bersama ini juga dihadiri beberapa  Donatur LMI yang  membantu program yatim ini, antara lain dari Pimpinan Rumah Makan Lesehan JOYO Taman Pinang  yang berkesempatan menyerahkan langsung santunan kepada anak yatim dan Ibu Sugiyani dari Wage yang sedang melaksanakan Aqiqoh, yang mana makanan Aqiqoh tersebut dinikmati bersama oleh anak-anak yatim pada acara Buka Bersama ini.
Alhamdulillah  Acara buka bersama juga mendapatkan dukungan dari Karyawan DIVA SBU TELKOM, BMM TELKOM, Karyawan KFC Sidoarjo, Pegadaian Syariah Cabang Sidoarjo. Semoga partisipasi para donatur pada acara ini mendapatkan rahmat dan ridho Allah swt, amiin.

Rabu, 03 Agustus 2011

Tarhib Ramadhan bersama ABG




Pada hari Ahad, 31 Juli 2011 TBAR (Taman Belajar AlQur’an Remaja) AULIA yang bertempat di Perum. Griya Samudra Asri C5/18 Taman – Sidoarjo bekerjasama dengan LMI Sidoarjo mengadakan Pawai Ceria Romadhon 1432H. Acara yang dipandu oleh Ustadz Dawud Sulaiman sebagai Pembina sekaligus pengajar di TBAR AULIA diikuti sangat antusias oleh 100 orang peserta yang terdiri dari remaja santri TBAR Aulia dan remaja di luar perum. GSA dan sekitarnya.
Dimulai pukul 06.00 WIB, berbekal poster dan spanduk yang dibawa para remaja berjalan dengan semangat diiringi musik drum dan sholawat Nabi. Mereka ingin mengisi kegiatan Romadhon dengan amalan-amalan yang bermanfaat sehingga Romadhon ini tidak berlalu dengan sia-sia tanpa pesan dan makna.
Setelah pawai keliling kampung dan perumahan, ustadz Dawud mengadakan lomba tentang Siroh Nabi dan tanya jawab soal agama Islam. Peserta yang dapat menjawab dengan benar langsung diberi hadiah. “Kami sangat senang sekali mengikuti kegiatan seperti ini. Insya Alloh saya akan ikut lagi kegiatan-kegiatan yang diadakan TBAR Aulia,” komentar Iwan, salah seorang peserta.
“Kami berharap LMI Sidoarjo membuat acara-acara positif untuk remaja, dan kami siap untuk mengerahkan santri kami ikut kegiatan LMI Sidoarjo”, pesan Ust. Toyyibu, Pembina Remaja luar perum.GSA yang diajak kerjasama dengan TBAR Aulia.

Kamis, 28 Juli 2011

SPIRIT RAMADHAN 1432 H

SPIRIT RAMADHAN 1432 H,

bagi Anda yang ingin sukses dunia dan akherat,  silahkan isi Formulir Kesediaan dibawah ini :
FORMULIR PROGRAM SPIRIT RAMADHAN 1432 H
Bismillahirrahmaanirrhiim,dengan mengharap Ridho dan Karunia Allah SWT, kami :
Nama :.................
Alamat:................
Profesi:................
Telepon:.................., Hp:..................................
Bersedia menyalurkan Kewajiban dan Amal-amal sunnah kami dibawah ini kepada Lembaga Manajemen Infaq(LMI) :
* Zakat Fitrah atas nama ............,.................,.....................,...........
.............Jiwa x Rp.20.000,- =Rp.........................
* Zakat Maal/Profesi atas nama............................. = Rp.........................
* Buka Puasa untuk ...........orang x Rp.10.000,- = Rp.................................
* Wakaf Alat Sholat Rp.100.000,- x ......set = Rp.........................
* Wakaf Al-Qur'an Terjemah per kata Rp.100.000,- x ....exp = Rp.................................
* Fidyah atas nama........................, .........hari x Rp.10.000,- = Rp.................................
* Bingkisan Hari Raya untuk ..........anak x Rp.100.000,- = Rp.................................
* Infaq / Sedekah = Rp.................................
JUMLAH =Rp................................
Demikian, semoga menjadi berkah buat kami dan bermanfaat buat paramustahik/penerima yang berada dibawah Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Sidoarjo
-------------------------------

Marhaban Ya Ramadhan...Selamat menjalankan ibadah puasa, semoga tetap sehat, segar dan bugar. Mohon maaf lahir dan batin.
Salurkan dana sosial anda ke Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Cabang Sidoarjo:

- Program Pintar : Bea siswa anak-anak dhuafa
- Program Sehati : Layanan Kesehatan untuk dhuafa
- Program Emas : Membangun ekonomi masyarakat dhuafa
- Program Yatim : Biaya hidup anak yatim
- Program Dakwah : Layanan Dakwah masyarakat
- Program kemanusiaan : Peduli korban bencana

Setelah Anda isi formulir tersebut silahkan Anda kirim ke email lmi_sda@yahoo.co.id, sedangkan jumlah uangnya bisa Anda kirim ke salah satu rekening :
Bank MANDIRI :
1410010177020 a/n. LMI
Bank SYARIAH MANDIRI :
0320100101 a/n. LMI
Konfirmasi : 031 72502298(fleksi), 081331109071, 085648560709
Konsultasi Keislaman dan keimanan, Ustadz LMI :Ust. Mudzoffar (08123287780)Ust. Agung Cahyadi (031-70480844)

Rabu, 27 Juli 2011

Zakat bisa mensejahterakan masyarakat

Kaum muslimin yang mampu wajib menunaikan Zakat. Penunaian zakat  oleh para muzakki merupakan pelaksanaan kewajiban kepada Allah atas harta benda dan rizki yang diperolehnya sebagai bentuk kesadaran dan pengakuan akan adanya hak pihak lain. Perintah kewajiban menunaikan zakat sama kuatnya dengan pelaksanaan rukun Islam lainnya, seperti syahadat, shalat, puasa Ramadhan, dan ibadah haji. Zakat bersama-sama dengan infaq dan shadaqah (ZIS) menjadi instrumen ekonomi yang penting dalam pemerintahan Islam. Hasil pengumpulan ZIS bermanfaat untuk memberdayakan 8 asnaf (QS. At-Taubah/9: 60) dan kepentingan syiar Islam lainnya.
            Penunaian kewajiban zakat dalam sistem pemerintahan Islam pada masa lalu berhasil mensejahterahkan masyarakat secara materi dan meluruskan aqidah umat. Pendistribusian hasil zakat yang dikumpulkan di Baitulmaal sebagai Lembaga Amil Zakat pada saat itu, mampu mengentaskan kemiskinan. Penanaman pentingnya melaksanakan kewajiban zakat telah dimulai secara intensif sejak zaman nabi Muhammad Salallahu ‘alihi wassalam di Madinah. Zaman pemerintahan khlaifah Abu Bakar, para muzakki yang ingkar dipaksa dengan kekuatan militer untuk menunaikan zakat. Keberhasilan metode zakat lebih terlihat pada masa pemeritahanan khalifah Umar bin Khattab.  Khalifah Umar bin Khattab mengangkat Muaz bin Jabal yang menjabat sebagai Gubernur di Yaman menjadi Ketua Amil Zakat di sana. Muaz bin Jabal pada tahun pertama, berhasil mengirimkan 1/3 dari surplus dana zakat ke pemerintahan pusat, tetapi kiriman tersebut dikembalikan oleh amirul mukminin ke Yaman. Muaz kembali mengirimkan ½ dari surplus dana zakat yang terkumpul di Baitulmaal pada tahun ke 2, sedangkan di tahun ketiga semua dana zakat dikirimkan ke pemerintahan pusat, karena sudah tidak ada lagi orang yang mau menerima dana zakat dan merasa sebagai mustahik. Akhirnya dana zakat dari Yaman tersebut dialihkan pemanfaatannya ke daerah lain yang membutuhkan.
            Pelaksanaan zakat sebagai instrumen ekonomi pembangunan Islam mengalami pasang surut. Keberhasilan metode zakat sangat dipengaruhi oleh visi pemerintah yang berkuasa pada saat itu. Setelah melewati beberapa masa pemerintahan Islam, metode zakat kembali menunjukkan keberhasilannya dalam mensejahterahkan masyarakat dan meluruskan aqidah umat. Abu Ubaid meriwayatkan bahwa pada masa pemerintahan Umar bin Abdul Aziz, Gubernur Baghdad Yazid bin Abdurrahman mengirim surat kepada Amirul Mukminin tentang melimpahnya dana zakat di Baitulmaal karena sudah tidak ada lagi yang mau menerima zakat. Umar bin Abdul Aziz memerintahkan untuk memberikan upah kepada mereka yang biasa menerima upah. Yazid menjawab bahwa kami sudah memberikannya tetapi dana zakat begitu banyak di Baitulmaal. Umar bin Abdul Aziz selanjutnya menginstruksikan untuk memberikan dana zakat tersebut kepada mereka yang berhutang dan tidak boros.     Yazid menjelaskan bahwa kami sudah bayarkan hutang-hutang mereka, tetapi dana zakat begitu banyak di Baitulmaal. Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar ia mencari orang lajang yang ingin menikah agar dinikahkan dan dibayarkan maharnya. Yazid menjelaskan bahwa hal itu sudah dilaksanakan, tetapi dana  di Baitulmaal masih banyak. Akhirnya Umar bin Abdul Aziz memerintahkan agar Yazid bin Abdurrahman mencari seorang yang mempunyai usaha dan kekurangan modal, lalu memberikan mereka modal tambahan tanpa harus mengembalikannya.
            Kisah sukses metode zakat dalam mensejahterahkan masyarakat dan meluruskan aqidah umat di atas tentu saja menjadi dambaan kita saat ini. Kisah di atas menjelaskan kepada kita bahwa ada satu garis lurus (benang biru) yang menghubungkan antara pemerintah, muzakki, dan mustahiq pada masa itu. Benang biru tersebut adalah ketiga pihak memiliki aqidah yang lurus, sehingga mereka dapat melaksanakan ajaran Islam dengan benar. Keberhasilan tidak akan pernah terjadi apabilah pemerintah dan amil melakukan korupsi dan ketidakadilan di satu sisi. Di sisi lain kaum muslimin pada waktu itu tahu betul bahwa menjadi muzakki lebih mulia dari pada mustahiq.
            Di indonesia saat ini, akibat pembengkokan aqidah, maka pengamalan ajaran Islam terutama ZIS menjadi bias. Muzakki sekaligus menjadi amil dan tidak tertutup kemungkinan merangkap sebagai mustahiq. Sebagian kaum muslimin bangga menjadi pememinta-minta, bahkan ada yang mengkondisikan diri agar layak menjadi peminta-minta.  Situasi ini menyadarkan kita bahwa memang perlu dilakukan pencerahan pemahaman dan pengelolaan ZIS. Reaktualisasi dan peningkatan kemampuan zakat perlu dilalukan secara terencana dan teuys menerus.

Rentenir berkedok Koperasi





Menangis-nangis ke LMI Sidoarjo, menceritakan duka lara kehidupannya, seorang Ibu yang mempunyai anak 5, berawal tidak punya biaya persalinan anaknya yang ke-5 dia harus berhutang ke sebuah koperasi, karena penghasilan suami yang pas2an tidak bisa mengangsur hutangnya, ditagih setiap hari tentunya sungguh beban moral yang berat. Hutang sebesar 2,5 juta kini menjadi 2 kali lipat yang harus dibayarnya, kalau tidak segera ditutup bisa jadi 3 kali lipat lagi. Ibu yang bernama mamik pun berupaya cari bantuan, hampir 1 bulan jalan kaki mencari orang yang maumembantu, mendatangi ke lambaga-lembaga sosial tuk belas kasihan dan mau membantunya, ternyata belum ada yang tergugah mengulurkan tangan. Bersyukurlah di jalan Bu Mamik melihat banner LMI Sidoarjo, terbesit di hatinya untuk segera mendatangi kantor LMI Sidoarjo, maka dicatatnya alamatnya. Dengan jalan kaki yang sangat melelahkan dan sengat terik panas matahari membuatnya badan panas, lelah dan berkeringat, sampailah ke kantor LMI Sidoarjo.
Curahan hati dan keluhan deritanya sungguh membuat kami ikut terharu dan tak kuasa menahan air mata. ya Allah masih ada hambaMu yang sangat menderita…Ya Allah kami terpanggil untuk membantu hambaMu yang menderita.

Kami pun segera survey melihat kenyataan yang ada di tempat tinggalnya, memamg nyata dihadapan kami sebuah keluarga hidup penuh derita, anak-anak yang tak terawat dan tak terurus membuat hati pilu.
Kami segera mendatangi Koperasi yang telah memberikan hutang pada Ibu tersebut untuk menyelesaikan hutangnya, kami mencoba menawar agar dapat sedikit pengurangan, Alhamdulillah negoisasi kami diterima walau tidak besar. Kami pun melunasi hutangnya.
Yang sungguh membuat kami heran dan aneh tapi nyata adalah di ruang tamu koperasi tersebut ada tulisan besar yang berbunyi “Koperasi ini semakin terdepan mengentas kemiskinan dan bukan rentenir”. Di papan namanya juga tertulis nomer ijin dari departemen yang terkait.
Bu Mamik sangat lega dan menangis terharu setelah semuanya hutangnya diselesaikan. Kami pun memberikan arahan agar hidup lebih baik dan semakin rajin beribadah, kami siapkan bantuan modal usaha untuknya sambil kami bantu dan dibina, Insya Allah sampai hidupnya bisa kembali normal dan sejahtera.
Tentunya di masyarakat kita masih banyak bu Mamik-bu Mamik lainnya yang terjerat rentenir baik ada ijin maupun tidak ada ijinnya. Memang benar Rentenir itu bagai Lintah darat yang menyedot tubuh sampai tak berdaya.
Kalau kita tak peduli, apakah kita biarkan masyarakat seperti ini?
 
Copyright © 2014 SEKOLAH ISLAMI SIDOARJO.