BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Kisah Donatur. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kisah Donatur. Tampilkan semua postingan

Senin, 13 Januari 2014

Muzakki Kita | Dengan menjadi donatur banyak manfaat yang saya rasakan





LMI Sidoarjo-Pada awalnya, hanya Bapak Handoko susilo suaminya yang menjadi donatur, lambat laun dengan berjalannya waktu dan ilmu agama yang di dapat, Bu Yuyun Novia mulai tertarik untuk menjadi donatur. “Meskipun kecil, minimal saya sudah memulai, seperti nasehat Ust. Abdullah Gimnastiar, “mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil-kecil dan mulai saat ini” tutur Bu Yuyun.

Suatu ketika, hatinya terlecut setelah membaca buku dan mendengarkan tausiah Ust. Yusuf Mansyur, beliau beserta teman sesama wali murid di RA/MI Salsabilla Camp, mengajak beberapa wali murid untuk menjadi donatur. Alhamdulillah satu demi satu akhirnya banyak yang ikut. Tidak sebatas itu, teman-teman di luar sekolah juga diajaknya, begitu pun dengan keluarga di kampung. Alhamdulillah keluarganya pun ikut meskipun mereka bukan menjadi donatur LMI. Tidak apalah yang penting sebagai muslim sudah saling mengingatkan untuk berbuat baik.

Dalam hal apapun pasti ada suka dukanya termasuk sebagai Korda. Namun hal tersebut dianggap sebagai seni hidup. Karena Ibu dari dua anak ini berfikir bagaimana dengan para pejuang Allah di LMI dan lembaga ZIS yang lain? Pastinya suka duka mereka jauh lebih besar dan berat dari pada yang dialaminya.

Bu yuyun yang tinggal di Puri Sampurno II -29 Kalitengah, Tanggulangin – Sidoarjo sadar bahwa saat ini masih belum banyak yang bisa dilakukan untuk sesama, namun dengan menjadi donatur, dia berharap apa yang sudah dilakukan dapat memberikan manfaat untuk sesama. Petuah bijak menyatakan “Jika kita ingin menjadi sumber, belajarlah menjadi kran air”.

“Dengan menjadi donatur banyak manfaat yang saya rasakan, batin menjadi lebih tenang dan bahagia, dapat lebih mensyukuri nikmat yang Allah berikan, lebih banyak teman dan menjaga silaturrahmi serta banyaknya kemudahan yang diberikan oleh Allah SWT” kata Ibu Yuyun dengan semangat. (lmisda)

Senin, 08 April 2013

KECINTAAN TERHADAP ANAK YATIM AKAN MENUMBUHKAN KECINTAAN PADA ALLAH


Siang itu, kami bersilaturahmi dengan bapak Imam Asrofi selaku Devisi Return Pandu Logistik . Kunjungan kami kali ini ingin menapak tilas kembali perjalanan karir beliau. Koordinator LMI kita ini sudah cukup lama mengumpulkan para donatur untuk ikut serta mendukung program – program LMI, dengan slogan peduli untuk berbagi. Demikian yg selalu beliau sampaikan kepada para donatur. Kepercayaan yg mereka bina, nyatanya membentuk sebuah kesepakatan, bahwa, menyantuni anak yatim akan menumbuhkan kecintaan kepada Allah.

Ini fakta yang saya rasakan, demikian beliau mengawali perbincangan dengan kami. Ketika awal bergabung dengan pandu logistik, saya hanyalah seorang sopir. Panas hujan dengan resiko amanah yg tidak mudah dan tanggung jawab yg besar. Belum lama jadi sopir, saya di minta membantu di bagian divisi staf return. Dari sinilah titik baliknya mas, berkahnya bersedekah, ujarnya sambil tersenyum. Selang tak berapa lama, saya di ijinkan mengambil motor dengan angsuran lunak. Rupanya segala kemudahan ini, membuat beliau semakin bersemangat mengajak teman – teman mau bergabung, mendukung, mensukseskan program – program LMI. Kesungguhan dari suami ibu Siti Aminah dan bapak dari tiga putri ini, membuahkan hasil yang tidak di sangka-sangka,setelah lunas angsuran kredit motornya, di tahun 2013 ini beliau mendapatkan hadiah untuk melaksanakan umroh “Gratis”, bersama karyawan lainya Pandu Logistik seluruh Indonesia. Wah, rasanya tak terbayang sama sekali. Saya harus mewakili teman teman di sidoarjo. Subhannallah....

Tiba – tiba kami seakan di sergap keharuan , energi positif kecintaan Allah seolah memenuhi ruang batin kami. Bukankah Allah sudah berjanji, akan mengangkat derajat hamba – hambaNYa yang beriman setingkat lebih tinggi di bandingkan orang kebanyakan. Maka, bersegerlah menyambut cinta Allah dengan menyayangi anak – anak yatim. Demikian pesan yang beliau titipkan kepada kami.
(Suwandilmi)

Kamis, 31 Januari 2013

MERAJUT KEBAIKAN DENGAN KEBERSAMAAN




Tanggulangin,Pagi itu, di minggu kedua, seperti biasa beliau menyiapkan keperluan pengajian fikh rutin di wilayah Tanggulangin Anggun Sejahtera II. Berada di tengah – tengah area perumahan, berdiri mushola mungil ya...ng di kelola oleh Ibu Rokim. Salah satu donatur LMI yang ikut serta berperan aktif mengembangkan keindahan Islam dalam ketaatan. Mushola yang berada di blok R ini , sarat dengan kegiatan. Mulai dari belajar membaca Al Qur’an, tafsir, juga kajian fikh untuk ibu – ibu yang tergabung dalam kerohanian. Sore hari, mushola di gunakan anak - anak TPQ belajar Al Quran .

Belum ada setahun beliau memegang jabatan sebagai ketua kerohanian, tetapi dampak kegiatan yang berada dalam pengelolaan berjalan dengan lancar. Ibu – ibu terlihat antusias dan rukun, bekerja sama menghidupkan kegiatan mushola. Semula, ibu berputra 5 ini merasa berat ketika menerima amanah sebagai ketua kerohanian. Tetapi, karena misi dan visi kerohanian ini merajuk kebaikan dalam ruang kebersamaan mendorong beliau untuk belajar dan terus belajar, bagaimana mengatur orang banyak, agar semua mendapatkan kebaikan indahnya Islam.

Banyak hal yang di rasakan beliau selama menjadi korda donatur mushola TAS 2 ini. Fasilitas pelayanan umat yang di berikan LMI tetap berjalan hingga kini. Selain mendapatkan kiriman uztadah LMI yang ikut berperan dalam kegiatan kerohanian juga, beberapa waktu lalu ada donatur yang mendapatkan bantuan program emas dari LMI. Program yang di peruntukkan bagi donatur yang sudah memiliki usaha kecil – kecilan atau donatur yang hendak memulai usaha. Juga ada, anggota pengajian yang menjadi donatur mendapatkan bea siswa. Alhamdulillah, apa yang kami rintis ini membuahkan hasil yang bisa di rasakan bersama. Kerja sama ini semoga tidak hanya sampai disini tapi tetap berkesinambungan dalam kebaikan.Semoga Allah SWT selalu memberkahi harta dan keluarga kita.Amin. Demikian bu Rokim menutup perjumpaan dengan kami.(Suwandi LMI

Minggu, 22 Juli 2012

Kisah Donatur LMI Sidoarjo




4 Pilar nya Mas Ali dan LMI jadi saksi kesuksesannya.
Mohammad Ali lahir di pati 15 maret 1977 adalah putra ke lima dampit kembar dari 7 bersaudara, lulusan satra arab UGM 2001 ini mulai mengenyam kuliner sejak lulus kuliah di akademi ayam bakar wongsolo , selama kurang lebih 4 tahun mengiringi PUSPO WARDOYO membuka gerai ayam Bakar Wongsolo, terakhir Mohammad Ali membuka ABWS cabang Sidoarjo sebagai pelabuhan terakhir mendampingi BOS yang dikenal dengan poligaminya itu. Dengan berakhir aktivitas kuliner di Ayam Bakar wongsolo maka yang terjadi adalah anak muda ini mulai berkarier sendiri dengan berjualan baju, sarung dan rukuh. Bahkan tahun 2005 itu sempat rekan rekan nya sesama marketing perumahan TAS Sidoarjo menjulukinya ALI SARUNG.

Sejak dipertemukan dengan Kyai entrepeneur kuliner KH.Mahfudz syaubari, tahun 2009 Mohammad ali bersinergi dengan beliau membuka tempe penyet ayam bawang di Sidoarjo. Dengan bermodal 2 juta dari hasil jualan sarung maka dibelilah rombong dan alat alat dapur dan 2 juta dari pinjaman modal Pak Kyai untuk membeli bahan baku maka dibukalah cikal bakal usaha kulinernya di jalan pahlawan sidoarjo, hanya setahun berthan karena kontrak temmptnya habis. Habis berjualan ali menyibukakn diri ungtuk ikut jualan property kesan kemari. Dari hasil menjadi broker di property bersam teman-temannya membuka lahan property baru di kawasan sidoarjo barat “ the quality “ dan saat ini juga mengembangkan perumahan di Batu malang ‘ Orchid mansion “.begitulah akhirnya banting setir nekuni property, baginya hidup selain bekerja keras, juga kudu cerdas dan harus ikhlas, yang akhirnya menghasilkan kerja yang tuntas.

Tahun 2010 Mohammad Ali kembali ingin membuka resto, resto yamg dipilhnya adalah resto fastfood , cita cita inspirasi ingin bersanding dengan resto fastfood ternama mulai ditanamkan dengan bergabung dengan komunitas fastfood resto ternama itu, akhirnya mohammad ali dengan motivasi tinggi menggandeng kembali KYAI Mahfudz yng sekaligus juga guru spiritualnya untuk join bersama membuka gerai M2M pertama di sidoarjo, bersama Kyai Ali Mustofa salah satu group M2M dibuatlah wadah Madinta Madani, CV yang berhasil dibentuk itu dalam setahun membuka 3 gerai M2M ditahun 2011 di jalan pahlawan , wonoayu dan lamongan. Tantangan Ali tidak cuman itu suatu saat dia ingin M2M bisa face to face dengan resto ternama asing itu, baginya M2M bisa menciptakan nuansa bisnis yang berbeda dangan mereka, dengan konsep lokal berkualitas global, konsep resto murah tapi tidak murahan dan konsep resto yang tidak hanya berorientasi b usiness semata. Atas dasar itulah suatu saat M2M bisa berkarya lebih besar untuk memajukan bangsa lewat kuliner.

Ali meyakini bahwa busines yang berjalan saat ini banyak dibantu oleh faktor x yang sebenarnya sangat diluar jangka rasio manusia. Bila ditanya kenapa itu, “ lompatan business resto yang luar biasa ini menurut nya tidak lepas dari sinergi 4 pilar yang pernah dia dapat dari Kyai Mochtar salah seorang kyai di Malang bhawa sebuah rumah tangga biusiness tidak terlepas dari ayah yang harus bekerja keras dan cerdas, istri yang senantiasa sholat dhuha untuk mendoakan, adanya guru atau kyai yang memberi petunjuk dan nasihat dan konsep berbagi rizki dengan sedekah yang terus menerus .LMI adalah saksi keberadaan kami ketika kami masih merangkak menyusuri business kuliner ini, termasuk dengan pak Abdul Azis salah satu anggota pegawai LMI memperkenalkan kami rencana mau bikin bakso pentol. Waktu itu saya dan beliau blusukan di gang desa tenggulunan utuk belajar kuliner .

Konsep modal dalam pemahaman Ali adalah tidak sekedar duit atau asset saja tapi pengalaman, ilmu, keyakinan, dan keberanian adalah juga modal yang justru lebih bernilai dari modal uang yang sebenarnya. Keyakinan bagi dia adalah 50 % dari nilai kesuksesan. Kesuksesan yang diimpikan adalah bukan karena nilai materi semata tapi bagaiamana lebih bisa bermanfaat dengan berbagi dengan orang lain, si fulan yang membagikan ilmunya kepada orang lain tentu feedbacknya adalah tuhan akan memberikan semakin luas dan pandai wawasannya, si fulan yang mau membagikan curahan tenaga nya maka Tuhan akan memberikan semakin sehat, bugar jiwa dan raganya. Dan sebaliknya si fulan yang memberikan rizkinya untuk bersedekah dengan sesama maka feedbacknya tuhan akan memberikan lipatan rizki yang besar kepadanya.

Mohammad Ali dengan istri dan kedua anaknya Sofie, dan Keisya selalu meluangkan waktu untuk menikmati oase LMI, ibaratnya Oase LMI adalah langganan gratis karena sejak 2 tahun yang lalu keluarga ini memantabkan untuk menjadi donatur LMI, bagi mereka sedekah kecuali melipatkangandakan rizki juga menambah silaturahmi ukhuwah. Sedekah juga membersihkan jiwa raga dan sedekah sangat mujrrab untuk menciptakan rizki yang tiada diduga. Dan saat ini atas berkah rahmad Alloh kembali Mohammad Ali menghidangkan sajian kuliner di Sidoarjo dengan icon “ ASAPASAP Steak and Soup “ steak pilihan yang berlokasi di Taman Pinang B7 No 1, baginya mengelola bisnis ini harus bersinergi dengan sesama, dengan anak anak crew tidak hanya mereka dijadikan sebagai patner kerja tetapi juga bagaimana ada rasa memiliki yang tinggi terhadap perusahaan. 4 pilar yang dikembangkan dalam bisnis ini adalah bagaimana bisnis resto ini tidak hanya melulu beroientasi bisnis oriented tetapi social, study dan juga spiritualnya juga harus dapat. ASAPASAP Steak and Soup , alhamdulillah bisa diterima masyarakat Sidoarjo, Surabaya yang selanjutnya akan dibuka gerai baru di Malang. Doanya ya....

Rabu, 16 Mei 2012



  • SEDEKAH TERBUKTI MEMBAWA PERBAIKAN DIRI

Bersama.jpgdr. dwita.jpg
Di tengah keramaian sepanjang ruas jalan KH Mukmin, terpeta usaha bagi orang yang ingin mengembangkan bisnis.Geliatnya terasa sejak memasuki ujung jalan hingga perempatan lampu merah. Dari mulai durian,penjual kacamata,buku, aneka jajanan, bengkel mobil, rumah makan, sampai aneka busana.Seolah tak mau ketinggalan, Ciputra grup juga membuat ruko century yang di rancang apik membuat mata terasa segar memandangnya.

Berbicara soal busana, di ruas jalan itu pula, tersedia aneka kaos dengan berbagai macam corak, atau busana muslim dengan berbagai ukuran dengan segala motif selera wanita muslimah. Di dekat perempatan KH Mukmin itulah terletak toko busana muslim bernama Al Barkah. Menyediakan busana anak – anak, wanita dan pria. Juga menyediakan perlengkapan haji.Tak lupa air zam – zam tersedia dengan berbagai ukuran.

Memasuki toko busana muslim ini akan terasa nuansa keislaman. Ayat – ayat suci Al-quran senantiasa di perdengarkan. Siapa lagi yang menyarankan suasana itu tetap terjaga kalau bukan dr. Dwita. Apa kaitannya dengan toko Al Barkah? Beliau adalah pemilik, pengelola dan pemerhati busana muslim di kota Sidoarjo. Bukan menjadi soal seorang dokter menjadi pengusaha? Ketika hal itu kami tanyakan, beliau tersenyum manis.

Berdagang, adalah pekerjaan yang sudah di kenalnya sejak lahir. Ibu satu anak ini sudah mulai mengenal berdagang dan terlibat secara langsung sejak duduk di sekolah dasar. Kedua orang tuanya memiliki toko busana muslim di kota tahu Kediri. Berangkat dari membantu orang tua, akhirnya setelah berumah tangga beliau memulai usaha yang sama. Ternyata usaha itu mulai di kenal para pemerhati busana muslim di kota Sidoarjo.

Apa tidak kerepotan mengatur pekerjaan, selain menjadi dokter, dosen dan juga pengusaha? Istri dokter Oktavian ini kembali tersenyum. Semenjak ikut bergabung bersama LMi, saya lebih bisa mennghargai semua profesi, dan menekuni dengan sungguh – sungguh. Tidak hanya itu, ada upaya juga untuk senantiasa memperbaiki diri. Menjadikan hidup ini lebih bermanfaat. Tidak ada waktu yang terbuang, kecuali berbuat kebaikan dengan sesama. Semua harus di niatkan karena Allah. Dr.Dwita menambahkan.

Selainitu, semenjak bergabung dengan LMI, rizki mengalir, usaha lancar, di beri kemudahan segala urusan, di limpahi keluarga yang sakinah mawadah warahmah. Terimakasih LMI. Semoga Lmi membawa kebajikan dan rahmat bagi kami sekeluarga dan masyarakat sekitar, amin ya robbal alamin, demikian dr.Dwita menutup perbincangan dengan kami. (Ida M./sidoarjo)


Rabu, 28 Maret 2012


Majelis Taklim Salsabilah Camp yang penuh kreatif.

Majelis Taklim Salsabilah Camp,yang di perum Mutiara Candi Asri dan bertempat di TK Salsabila Camp ,Candi – Sidoarjo , yaitu majelis yang penuh kreatif mulai dari perkumpulan bisnis danperkumpulan majelis taklim.
Sambil menunggu putra – putrinya pulang sekolah ,ibu –ibu memanfaat untuk menambah ilmu melalui program dakwah yaitu layanan bagi donator dalam memberikan penyerahan ilmu agama dan ilmu keluarga sakinah.
Salah satu program yang banyak di minati dari orang tua wali murid TK dan SD di Sidoarjo. Seperti di TK/SD SALSABILA CAMP ini dan nama Majelis juga sama dengan nama sekolahnya yaitu Majelis Salsabila, yang di motori oleh ibu Nuryanti dan ibu Yuyun .



Dua ibu ini begitu semangat dalam mengajak teman – temannya untuk bergabung dalam majelis / pengajian PARENTING SKILL. Majelis taklim ini diasuh oleh da’i dari LMI sebagai layanan program dakwah LMI untuk para donator, memang anggota majelis ini sebagian besar adalah donatur LMI Dari jama’ah majelis taklim Salsabila berharap agar kegiatan kajian parenting skill ini bisa di laksanakan oleh ibu –ibu wali murid , yaitu sambil menunggu anaknya pulang sekolah sekalian mendapatkan ilmu pengetahuan tentang keislaman dan ilmu tentang cara mendidik anak serta dalam menjaga keharmonisan rumah tangga,agar menjadi wanita sholihah dan keluarga menjadi berkah.
 

Minggu, 12 Februari 2012


BERINFAQ, HARTA MENJADI BERKAH DAN KELUARGA SEMAKIN HARMONIS

Sidoarjo, Suara mesin pesawat silih berganti terus berbunyi,parkir yang luas dan rapi, di setiap sudut jalan terdapat petugas keamanan, tak seorangpun boleh memasuki Area ini kecuali ada kepentingan tertentu,dan kedisiplinan yang sangat tinggi.

Yuph..... itulah suasana dan kondisi yang terdapat di Kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III yang berada di jalan raya bandara Juanda Surabaya ini,walaupun secara geografis wilayah tersebut masih termasuk wilayah Sidoarjo. Kantor yang berada dalam naungan Kementerian Perhubungan ini mempunyai peran dan fungsi, sebagai pengawasan dan pengendalian transportasi udara di wilayah Bandara Juanda Surabaya.Walaupun demikian nuansa Islami tetap dirasakan oleh seluruh Staff dan karyawan kantor Otoritas Bandar Udara Wilayah III ini. Kondisi ini terus di galakkan oleh bapak Andy Samsul Arifin, ayah dari 3 orang putra dan 1 putri ini yang bersemangat dan istiqomah mengajak rekan-rekan sekantornya untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Salah satunya adalah mengajak untuk menginfakkan sebagian harta yang di berikan oleh Allah SWT untuk di salurkan melalui LMI dan di berikan kepada yang berhak menerimanya.

Subhanallah....Bukan itu saja, ayah kelahiran Probolinggo ini juga kerab di panggil Ustadz oleh teman-teman sekantornya lantaran sosoknya yang baik, wawasan islami yang luas, murah senyum dan humoris. Oleh karena itulah, Lelaki yang tinggal di Kawasan Delta Sari ini di sukai oleh teman-teman sekantornya. Ketika kami tanyakan kepada beliau, mengapa memilih LMI sebagai lembaga amil zakat yang di percaya untuk menyalurkan zakat,infak,dan shodaqohnya. Jawabnya, karena Lmi sebuah lembaga amil zakat yang dapat di percaya dan di kelola secara profesional dan amanah. Selain itu manfaat yang di rasakan besar sekali dengan berinfak, harta jadi penuh berkah,keluarga jadi harmonis dan sehat walafiat. Teman-teman sekantor juga merasakan keberkahan yang sama.

Selain itu keberadaan majalah LMI menambah wawasan keislaman, membangun jiwa, dan mengetahui keadaan sesama muslim yang kurang beruntung, melalui informasi yang di sampaikan LMI lewat foto – foto penyerahan bantuaan. Hal ini membuat kami semakin percaya bahwa dana yang kami salurkan benar – benar sampai kepada yang berhak. Semoga Lmi semakin Jaya, Profesional dan Amanah, demikian pak Andy Syamsul mengakhiri perbincangan dengan kami di sela akhir perbincangan. Amiin. Alhamdulillah lagi-lagi Lmi mendapat pengakuan dan kepercayaan dari sebagian besar orang. [ Suwandi/LMI Sidoarjo ]

Selasa, 22 November 2011

Semangat Mas Guntur tak pernah padam

Semangat Mas Guntur tak pernah padam.
Guntur Prasetyo adalah seorang dhuafa’ penyandang cacat yang tinggal Kebonsari RT 26 RW 04 Sidoarjo. Sejak mulai lahir Mas Guntur sudah cacat tangan kanan dan kaki pendek. Kondisi fisik yang kurang sempurna tidak membuatnya rendah diri, semangat hidup selalu membara. Mas Guntur tidak ingin menyusahkan orang lain apalagi orang tua yang juga masih kekurangan dalam mencukupi kebutuhan untuk keluarga. Karenanya Mas Guntur selalu berusaha hidup sebagaimana orang-orang normal lainnya. Pernah mengikuti pelatihan dari Dinas Sosial  Sidoarjo di Balai Besar Rehabilitas Sosial Bina Daksa ( BBRBSBD ) Surakarta Solo jurusan menjahit.
Setelah lulus dari pelatihan itu Mas Guntur mencari pekerjaan yang bisa untuk mencukupi  kebutuhannya. Alhamdulillah setelah susah payah mencari pekerjaan tiada kenal lelah akhirnya Allah yang Maha Pemberi Rizki memberikan jalan pada hamba-Nya. Mas Guntur diterima bekerja di Yayasan Tiara Handy Craft Surabaya, sebagai penjahit tas dan busana muslim. Setiap hari dia bekerja dengan semangat dan harus tinggal di asrama yayasan karena tidak memungkinkan pulang pergi setiap hari dari Sidoarjo-Surabaya. Mas Guntur juga tidak lupa disela-sela pekerjaan dia tetap menjalankan kewajibannya sebagai seorang muslim, Sholat lima waktu tak pernah ditinggalkan dan selalu berdoa untuk keberkahan hidupnya.
Setelah 5 tahun bekerja di yayasan tersebut Mas Guntur mulai merasakan kebutuhan yang selalu kekurangan. Akhirnya ingin membuat usaha sendiri dirumah. Mas Guntur mulai membuat pengajuan bantuan ke Dinas Sosial, ke  lembaga-lembaga termasuk ke LMI. Info program EMAS yang ada di LMI menjadi harapan besar bagi Mas Guntur. Mas Guntur dengan kondisi fisik yang tidak sempurna mencari kantor LMI Cabang Sidoarjo untuk mengajukan proposal Bantuan Modal Usaha. Setelah menemukan kantor LMI betapa bahagia dan sangat berharap ada harapan untuk dibantu. Tentu LMI Cabang Sidoarjo segera memproses. Pak Kusyanto, Divisi Program LMI Cabang Sidoarjo silaturrahim ke rumahnya untuk melihat langsung kondisi Mas Guntur sekeluarga. Ternyata Mas Guntur memang layak untuk dibantu. Alhamdulillah LMI langsung membelikan dan menyerahkan Mesin jahit yang sesuai dengan keinginan Mas Guntur. “ Saya sangat bersyukur pada Allah swt, ternyata memang harapan itu masih ada.  Saya sekarang bisa usaha sendiri. Saya sangat berterimakasih pada LMI dan donaturnya, semoga Allah swt menerima amal baik para donatur dan dilipatgandakan rejekinya” Ujar Mas Guntur dengan perasaan gembira. Semoga usahanya sukses dan barokah Mas Guntur!
 

 
Copyright © 2014 SEKOLAH ISLAMI SIDOARJO.