BREAKING NEWS
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Oase. Tampilkan semua postingan

Rabu, 05 Maret 2014

Sang Pelayang Yang Menakjubkan



OASE-Ada hari-hari itu, sebagaimana diceritakan oleh Jabir ibn ‘Abdillah Radhiyallahu ‘Anh, jatah makan untuk setiap penggali Khandaq di kota Madinah adalah sebutir kurma, seteguk air, dan tepung yang diadoni minyak panas. Seberapa banyak tepung itu? “Jika tangan kami terbasuh air kemudian dimasukkan ke dalam kantung persediaan tepung”, ujar Jabir, “Maka tepung yang menempel di telapak yang basah itulah jatah makan sehari kami.”

Tentu saja, sebab terbayangkan bahwa pengepungan pasukan Quraisy dan sekutunya akan berlangsung lama.

Dan para sahabat kian merasa malu ketika Sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam yang turut bekerja bersama mereka sejak di hari pertama mengangkat beliungnya untuk menghantam batu terkeras yang mereka temukan. “Allahu Akbar”, beliau bertakbir, mengabarkan akan sampainya Islam dan kaum muslimin ke Syam, Persia, dan Yaman. Selain iman yang semakin terukir lagi berkibar, di benak para sahabat tersisa rasa getir yang menggeletar.

Ada dua batu di sana. Terselempit di sela sabuk celana Rasulullah yang mengganjal perutnya. Aduhai, bagaimana tak terbit airmata. Kekasih Allah yang paling mulia, lebih lapar dibandingkan seluruh sahabatnya. Dia ada bersama, dalam suka dan duka. Dia turut bekerja, tak ingin istimewa. “Seandainya kami duduk saja sementara Sang Rasul bekerja”, demikian senandung orang-orang Anshar yang lalu dinasyidkan semua, “Jadilah ia bagi kami hal yang membawa sesat selamanya.”

Tibalah hari itu, ketika Jabir ibn ‘Abdillah pulang dengan air mata menggenangi pelupuk dan dada sesak. “Wahai istriku”, panggilnya, “Demi Allah, apakah yang masih engkau miliki? Demi Allah, aku tak tega melihat rasa lapar yang menyiksa Rasulullah. Andai selain beliau, pasti sudah tak sanggup menahannya!”

“Hanya ada seekor anak kambing”, jawab sang istri gugup, “Dan segenggam tepung kasar di persediaan kita”.

“Keluarkanlah semua. Aku akan menyembelih dan menguliti anak kambing itu. Kau adonilah tepungnya menjadi roti.”

Ketika akhirnya masakan itu siap, Jabir pun mendatangi Sang Nabi dengan mengendap-endap. “Ya Rasulallah”, bisiknya kemudian, “Ada sekedar roti dan sedikit daging di rumah kami. Berkenanlah untuk sejenak datang dan menyantapnya.”

Beliau tersenyum dan mengangguk. Dipanggillah seseorang dan diperintahkan untuk mengumumkan kepada semua penggali parit, “Semuanya, datanglah ke rumah Jabir untuk makan bersama!” Betapa gugupnya Jabir melihat itu. “Aduhai celaka”, batinnya panik, “Aku hanya meminta beliau untuk bersantap tapi beliau mengajak seluruh Muhajirin dan Anshar!” Tapi Rasulullah tersenyum padanya, menepuk bahunya, dan menggamit lengannya. Tak bisa tidak Jabir hanya bergumam, “Demikian inilah Rasulullah!”

“Jangan kalian buka penutup wadahnya”, ujar Sang Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam. Beliau juga meminta kedua suami istri yang saling berpandangan dengan khawatir itu untuk sejenak menyingkir. Kemudian beliaupun berdoa dan memohon berkah atas hidangan itu. “Masuklah rombongan berrombongan dan jangan berdesakan”, perintah beliau kepada seluruh hadirin.

Kelompok demi kelompok mereka masuk, sedangkan Nabi mengambilkan roti dan menuangkan masakan daging ke atasnya. Beliau berkhidmah pada semua sahabatnya, satu demi satu, hingga yang terakhir. Padahal penggali parit dalam Perang Ahzab, kira-kira 3000 jumlahnya. Semuanya makan, semua merasa kenyang, dan puas. Tiba giliran Jabir dan istrinya, dan Rasulullah masih melayani mereka, baru sesudahnya beliau makan dengan penuh kesyukuran. Beliau mengucap terimakasih pada keduanya dan mendoakan kebaikan, lalu beranjak.

“Demi Allah”, ujar Jabir, “Ketika kuperiksa wadah makanan kami, roti maupun dagingnya masih utuh seperti semula.”

Mu’jizat ini mengagumkan. Tapi apa yang dilakukan Rasulullah dengan menjaga kebersamaan dalam suka dan duka, terlebih lagi bagaimana beliau melayani para sahabat dengan tangannya sendiri adalah lebih menakjubkan. Inilah Nabi, penghulu alam semesta. Maka beliaupun menjadi pelayan yang paling rendah hati bagi sesama.

Hatta kelak di akhirat, di perjalanan seluruh manusia antara kebangkitan dan penghimpunan, beliau akan bersiaga di tepi sebuah telaga yang lebih harum dari kasturi. Beliau menyambut ummatnya, melayani mereka minum dari airnya yang lembut dari susu, lebih manis dari madu, dan lebih sejuk dari salju. Tapi wajahnya mendung tiap kali beberapa manusia dihalau dari Al Kautsar. “Ya Rabbi”, serunya sendu, “Mereka bagian dariku! Mereka ummatku!”

Ada suara menjawab, “Engkau tak tahu apa yang mereka lakukan sepeninggalmu!”

Telaga itu sebentang Ailah di Syam hingga Shan’a di Yaman. Di sisinya ada gelas kemilau sebanyak bilangan gemintang. Dan inilah Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam, sang pelayan yang paling menakjubkan.

by : Salim A Fillah...

Senin, 29 April 2013

Gapai Pertolongan Allah dengan Berinfak

Bapak Purnomo Tengah Bawah



Semakin berkembangnya zaman, semakin berkembang pula dunia teknologi.manusia semakin di manjakan dengan dengan perkembangan teknologi sekarang ini.mulai dari alat komunikasi,komputer, bahkan alat rumah tanggapun sudah banyak sekali yang memanjakan manusia saat ini.akan tetapi dengan majunya kondisi tersebut tidak semua manusia mendapatkan keuntungan dari teknologi tersebut. efek negatif dari berkembangya teknologi tersebut adalah semakin banyak nya perusahaan yang mengganti tenaga manusia menjadi tenaga mesin dan pada akhirnya berdampak PHK besar-besaran di perusahaan tersebut. Belum di tambah lagi persoalan-persoalan yang ada dalam dunia tenaga kerja banyak sekali perusahaan yang menggunakan tenaga Outsourching dalam menyelesaikan suatu pekerjaan yang menyebabkan banyak karyawan yang belum mendapatkan gaji standart yang di tentukan oleh Pemerintah.Walaupun dalam kondisi demikian,ternyata tidak menyurutkan semangat Bapak Purnomo pria kelahiran Lamongan ini untuk mensyi’arkan menunaikan zakat ,infak dan shodaqoh pada teman teman kerjanya. Alhamdulillah.....mas.....walaupun gaji kami masih kecil....saya dan teman-teman kerja di sini tetap semangat menginfakan sebagian dari gaji kami.....(jawab pria dari dua putri ini,saat di konfirmasi tim redaksi DU).Pada awalnya Donatur LMI Sidoarjo di tempat kerja Bapak Purnomo ini hanya ada dua yaitu Bapak Purnomo Dan M.soffan Kepala seksi/Kasie nya saja. Alhamdulillah, mulai dari tahun 2008 silam sampai sekarang Bapak Purnomo dan teman-teman tetap istiqomah menyalurkan infak dan shodaqohnya kepada Lmi Sidoarj dan sekarang sudah banyak teman-teman kerjanya yang sadar akan pentingnya berinfak dan shodaqoh. Alhamdulillah..

Selain itu, manfaat yang di rasakan dari pria yang beristrikan ibu Endang Purwanti ini adalah keberkahan,ketenagan,kesehatan dalam rumah tangganya,dan selalu di permudah urusanya oleh allah SWT. Saat susah bayar cicilan sepeda motor, istri melahirkan, kontrak kerja habis dari tempat kerjanya ada saja pemberian Allah SWT melalui rekan kerjanya dan akhirnya Ia di panggil kerja kembali di perusahaanya.Bapak dari dua anak ini juga berpesan kepada seluruh teman-teman dan para pembaca Delta Ukhuwan Ini jangan lupa menginfakan dan menshodaqohkan sebagian dari harta kita, karena shodaqoh akan menolak balak dan ketika kita menghadapi kesulitan insya Allah shodaqoh tersebut akan menolong kita dengan izin Allah SWT.Untuk LMI Sidoarjo semoga tambah Peduli,amanah dan tetap exsist dalam dunia Amil Zakat. Demikian perbincangan tim redaksi dengan bapak purnomo di tempat kontrakanya.(Suwandi)

Kamis, 19 Januari 2012


Potensi belajar ibu-ibu Majelis BBQ Perumtas II Tanggulangin sungguh besar

Ibu-ibu rumah tangga biasanya setiap hari hanya di rumah tempat mereka menghabiskan waktu. Tak ada kegiatan lain. Kehidupan hanya berputar di sekitar mengurus keluarga, menonton televisi. Bak aspal di jalan tol, kehidupan ibu-ibu ini begitu datar dan lurus-lurus saja. Bisa kita bayangkan bagaimana jenuhnya pola kehidupan seperti itu?
Hal inilah yang mengusik ibu-ibu warga RW 06 PERUMTAS 2 Blok M dan N Tanggulangin, untuk mendirikan sebuah majelis ilmu. Sebuah tempat di mana mereka kaum ibu dapat belajar tanpa adanya perbedaan status, baik ekonomi maupun sosial. 
Jika kehidupan mereka tidak ada perubahan, maka generasi penerusnya pun akan mengalami hal yang sama. Hidup di rumah dengan kegiatan yang datar-datar saja, tanpa ada aktivitas yang mungkin dapat meningkatkan kualitas hidupnya. Maka, bersama kolega ibu-ibu  yang memiliki satu visi bersama, dirintislah sebuah majelis ilmu yang menjadi tempat belajar bernaung  dan belajar .
“Saya lihat potensi belajar ibu-ibu ini sungguh besar. Sayang belum ada majelis ilmu yang dapat mengakomodir hal tersebut. Untuk itu saya bersama ibu-ibu yang lain mencoba mendirikan suatu majelis ilmu yang dapat mengakomodir semua potensi yang ada,” kata Bu Hana (Bunda Abi) sebagai Ketua majelis yang diberi nama Majelis Bimbingan Membaca Al Qur’an (BBQ)
Tekad yang ada di dalam dada para ibu-ibu majelis taklim BBQ adalah semangat untuk belajar dan mengkaji kalam-kalam Ilahi. Ibu-ibu yang sebagian besar jadi donatur LMI Sidoarjo ini terus ingin memantapkan ilmu pengetahuannya tentang keislaman. “Saya ingin menjadi muslimah kaffah” kata salah satu ibu peserta majelis BBQ. Semangat inilah yang menggugah LMI Sidoarjo melalu program Dakwah untuk mendukung sepenuhnya majelis BBQ, dengan memberikan layanan Da’i.
Kajian Fiqh yang diasuh Ustadzah Ila, Da’iyah LMI Sidoarjo membuat ibu-ibu antusias untuk ingin tahu lebih banyak tentang ajaran Islam yang sebenarnya. Banyak yang ditanyakan kepada ustadzah yang menyampaikan materi dengan mudah dipahami ibu-ibu itu, termasuk pertanyaan bagaimana cara menjadikan anak yang sholeh. Semoga ibu-ibu Majelis BBQ tetap istomah di jalan dakwah ini, amiin.

Minggu, 11 Desember 2011

Gerakan Indonesia Cerdas






             Bangsa yang unggul adalah bangsa yang memiliki karakter kuat. Karakter merupakan akar dan sekaligus cerminan budaya sebuah bangsa. Bagaimana dengan nation and character building Indonesia? Sejak Bung Karno, nation buildingdan character building itu belum rampung. Untuk itu, masih harus terus dikembangkan sepanjang masa agar Indonesia menjadi bangsa dan negara yang kuat, terhormat, dan bermartabat. “Kita bangsa Indonesia membanggakan kebudayaannya,” Begitulah salah satu bagian dari orasi kebudayaan nasional Presiden SBY pada acara Dies Natalis ke-51 Universitas Diponegoro.
            Pembangunan watak (character building) amat penting, utamanya untuk membangun manusia yang berakhlak, berbudi pekerti, dan berperilaku baik. Bahkan, jika masyarakat berkarakter dan menjunjung tinggi budaya, maka eksistensi negara akan semakin kuat. Sebaliknya, jika karakter dan budaya rapuh maka bisa membawa kemunduran peradaban suatu bangsa.
            Jalur utama dalam proses enkulturasi dan pembudayaan karakter yakni melalui pendidikan. Sebab, pendidikan dan kebudayaan merupakan dua sisi mata uang. Pembangunan karakter bisa dilakukan melalui pendidikan, dan pendidikan menggambarkan tingkat civilization atau peradaban dan kebudayaan suatu bangsa.
            Kini, berbagai pihak menekankan kembali pentingnya pendidikan karakter. Akhir 2009, Muktamar Muhammadiyah dalam salah satu butir rekomendasikan juga menekankan pentingnya pendidikan karakter bagi pembangunan bangsa. Begitu juga, awal 2010 konggres Perguruan Taman Siswa bahkan mengangkat pendidikan karakter sebagai salah satu strategi penting pengembangan rekayasa pendidikannya. Bahkan,  KH Hasyim Muzadi, mantan Ketua PB NU mengamini urgensi pendidikan karakter di tengah tantangan media yang tidak mendidik.
            Seruan di atas menunjukkan betapa pendidikan karakter mendesak dan penting diselenggarakan baik di sekolah maupun di masyarakat. Sebab, sudah terlalu banyak keluhan masyarakat tentang menurunnya tata krama, etika, dan kreativitas karena melemahnya pendidikan budaya dan karakter bangsa. Namun, membangun karakter membutuhkan excersize, tempaan, cobaan, tantangan tiada henti, yang memberi kesempatan bagi individu untuk memperkeras kepribadiannya.

Itulah yang melatar belakangai dibentuknya Gerakan Indonesia Cerdas JP Book (Jawa Pos group) bekerjasama dengan beberapa perusahaan, salah satunya dengan PT. Suprama (Pabrik Mi burung Dara) yang dana CSRnya di berupakan buku untuk anak-anak, dan LMI  sebagai mitra PT. Temprina membantu menyalurkan buku-buku tersebut pada sekolah yang perpustakaannya dikelola dengan baik.
Berdasarkan survey bersama maka dipilhlah 5 sekolah yang layak menerima 231 judul buku terbaru yaitu :
1. SDIT Insan Kamil Sidoarjo
2. SDIT Nurul Fikri Sukodono
3. MI NU KH. Mukmin Sidoarjo
4. SD Muhammadiyah Krian
5. SD Islam Kreatif Hawari Tarik


Kamis, 15 September 2011

Kelana Qurban


Kelana Qurban LMI
Qurban Anda akan berkelana dan bermanfaat hingga pelosok desa.
Ayo, Optimalkan Qurban  Karena qurban Anda akan berkelana dan bermanfaat hingga pelosok desa.
ita tahun ini...
Melalui BerBagi Qurban LMI, kita hindrkan penumpukan daging qurban di kawasan perkotaan...Para fasilitator dari LMI siap membantu kita semua untuk mendistribusikan qurban kepada Yatim dan Dhuafa hingga ke pelosok desa. Harga Hewan Qurban juga cukup terjangkau...

HARGA HEWAN QURBAN 1432 H
1. Kambing = Rp. 950.000
2. Sapi  = Rp.8.500.000
3. Sapi Kolektif = Rp.1.250.000/org (7 orang)

Pembayaran melalui rekening

Bank MANDIRI :1410010177020 a/n. Lembaga Manajemen Infaq Ukhuwah Islamiyah.
Bank SYARIAH MANDIRI :0320100101 a/n. LMI Cabang Sidoarjo
BRI Syariah :1001938556 a/n. LMI Cabang Sidoarjo

Konfirmasi : 031 72502298, 081331109071, 085648560709

Rabu, 24 Agustus 2011

SKI Indosat mendukung Program Bea Siswa LMI Sidoarjo

SKI Indosat mendukung Program Bea Siswa LMI Sidoarjo

Indosat kian mengukuhkan tekad guna menjadi korporasi yang peduli pada program pendidikan. Bertempat di Gedung Indosat, Jl. Kayun Surabaya, LMI Sidoarjo menerima donasi Program Bea Siswa PINTAR senilai 40.500.000,-. Dana ini diperoleh dari potongan gaji bulanan karyawan Indosat yang terhitung sebagai zakat penghasilan.
Dalam kesempatan ini, Gunung Hari Widodo , Ketua Sie Kerohanian Islam (SKI) Indosat East Java Bali Nusa Tenggara menaruh harapan besar pada program PINTAR yang diusung LMI. ” Kami berharap dana zakat ini punya manfaat besar untuk generasi bangsa sebagai sarana perbaikan pendidikan di negeri ini. Semoga rezeki yang kami peroleh ini lebih barokah dan lancar,” tutur Gunung Hari Widodo
Agung Heru Setiawan, Kepala Cabang LMI Sidoarjo yang hadir dalam kesempatan itu, menyambut antusias harapan seluruh keluarga Indosat. ”Kami selaku lembaga yang diberi amanah akan berusaha optimal guna memberikan yang terbaik. Kerjasama korporasi antara LMI dan Indosat ini sudah berlangsung dalam beberapa tahun terakhir, dan semoga LMI bisa memberikan service excellence bagi perusahaan yang selama ini menjadi mitra korporat kami,” kata Agung Heru Setiawan.

Minggu, 14 Agustus 2011

RAMADHAN MAKIN BERKAH BERSAMA ANAK YATIM



LMI Sidoarjo kembali menggelar kegiatan buka puasa bersama 300 anak yatim. Acara bertajuk Berbagi Berkah Karunia Ramadan 1432H, berlangsung pada Ahad (14/8/2011) di Halaman Kantor LMI Sidoarjo, Perum Tenggulunan Mega Asri A-125 Candi Sidoarjo.
 "Keluarga besar  LMI Sidoarjo termasuk para Donatur  ingin secara langsung berbagi kebahagiaan dan berkah dengan anak-anak yatim  dengan mengundang mereka berbuka puasa bersama," kata Agung Heru Setiawan, Kepala Cabang LMI Sidoarjo dalam sambutannya. Kegiatan ini selain untuk mempererat tali silaturrahim juga bertujuan menjalin hubungan yang harmonis dan memberikan kesempatan kepada lingkungan sekitar untuk lebih dekat dengan LMI Sidoarjo sebagai bagian masyarakat sehingga timbul rasa memiliki.
Anak-anak yatim yang datang dari 18 Kecamatan  ini adalah anak-anak yang dihimpun oleh para Korda Mustahik LMI di setiap kecamatan. Mereka  mendapatkan dana santunan setiap anak Rp. 50.000,- dengan harapan mereka bisa ikut berbahagia di Hari Raya nanti. Acara tersebut juga digunakan sebagai peluncuran Program Peduli Anak Yatim yang di tahun 2011 ini penyaluran dana sebesar Rp.110.000.000
Acara buka puasa itu diisi acara Dongeng anak-anak bersama Ustadz  Choirul Anam dari Yayasan Insan Kamil Sidoarjo. Untuk menambah keceriaan anak-anak yatim,  grup Nasyid Ukhuwah yang  beranggotakan relawan LMI Sidoarjo menyenandungkan nasyid-nasyid Islami.
Adapun siraman rohani disampaikan Ustadz Drs. Tri Adianto, MPdi sekaligus memberikan sambutan dari Dinas  Kementerian Agama  Kabupaten Sidoarjo. Dalam tausiyahnya, mengajak para hadirin memanfaatkan momentum bulan suci Ramadhan untuk meningkatkan ketakwaan kepada Allah SWT. "Salah satu cara untuk meningkatkan ketakwaan di Ramadhan adalah memperbanyak amal ibadah dan beramal saleh." ujarnya. Dalam sambutannya beliau juga menyampaikan ucapan terimakasih kepada LMI Cabang Sidoarjo yang telah membantu program pemerintah dalam mensejahterakan masyarakat khususnya masyarakat ekonomi bawah.
Buka puasa bersama ini juga dihadiri beberapa  Donatur LMI yang  membantu program yatim ini, antara lain dari Pimpinan Rumah Makan Lesehan JOYO Taman Pinang  yang berkesempatan menyerahkan langsung santunan kepada anak yatim dan Ibu Sugiyani dari Wage yang sedang melaksanakan Aqiqoh, yang mana makanan Aqiqoh tersebut dinikmati bersama oleh anak-anak yatim pada acara Buka Bersama ini.
Alhamdulillah  Acara buka bersama juga mendapatkan dukungan dari Karyawan DIVA SBU TELKOM, BMM TELKOM, Karyawan KFC Sidoarjo, Pegadaian Syariah Cabang Sidoarjo. Semoga partisipasi para donatur pada acara ini mendapatkan rahmat dan ridho Allah swt, amiin.

Rabu, 03 Agustus 2011

Tarhib Ramadhan bersama ABG




Pada hari Ahad, 31 Juli 2011 TBAR (Taman Belajar AlQur’an Remaja) AULIA yang bertempat di Perum. Griya Samudra Asri C5/18 Taman – Sidoarjo bekerjasama dengan LMI Sidoarjo mengadakan Pawai Ceria Romadhon 1432H. Acara yang dipandu oleh Ustadz Dawud Sulaiman sebagai Pembina sekaligus pengajar di TBAR AULIA diikuti sangat antusias oleh 100 orang peserta yang terdiri dari remaja santri TBAR Aulia dan remaja di luar perum. GSA dan sekitarnya.
Dimulai pukul 06.00 WIB, berbekal poster dan spanduk yang dibawa para remaja berjalan dengan semangat diiringi musik drum dan sholawat Nabi. Mereka ingin mengisi kegiatan Romadhon dengan amalan-amalan yang bermanfaat sehingga Romadhon ini tidak berlalu dengan sia-sia tanpa pesan dan makna.
Setelah pawai keliling kampung dan perumahan, ustadz Dawud mengadakan lomba tentang Siroh Nabi dan tanya jawab soal agama Islam. Peserta yang dapat menjawab dengan benar langsung diberi hadiah. “Kami sangat senang sekali mengikuti kegiatan seperti ini. Insya Alloh saya akan ikut lagi kegiatan-kegiatan yang diadakan TBAR Aulia,” komentar Iwan, salah seorang peserta.
“Kami berharap LMI Sidoarjo membuat acara-acara positif untuk remaja, dan kami siap untuk mengerahkan santri kami ikut kegiatan LMI Sidoarjo”, pesan Ust. Toyyibu, Pembina Remaja luar perum.GSA yang diajak kerjasama dengan TBAR Aulia.
 
Copyright © 2014 SEKOLAH ISLAMI SIDOARJO.